Pascabencana Sumut, Kementerian PU Percepat Pemulihan Sanitasi di Empat Wilayah
Teddy
Balai Pengembangan Kompetensi PU Wilayah VIII Makassar
MEDAN – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pemulihan infrastruktur sanitasi secara permanen pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera Utara. Penanganan dilakukan melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Utara, dengan menyasar Kabupaten Tapanuli Tengah, K
MEDAN – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pemulihan infrastruktur sanitasi secara permanen pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera Utara. Penanganan dilakukan melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Utara, dengan menyasar Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Kabupaten Tapanuli Utara.
Upaya ini bertujuan mengembalikan layanan sanitasi masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan permukiman agar lebih bersih, sehat, dan aman setelah terdampak bencana.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kembali mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar.
“Pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut perbaikan infrastruktur yang rusak, tetapi juga memastikan masyarakat kembali mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar,” ujar Dody.
Kepala BPBPK Sumatera Utara, Yenni Mulyadi, menjelaskan bahwa penanganan dilakukan secara bertahap, mulai dari penanganan darurat hingga pembangunan dan pemulihan infrastruktur secara permanen sesuai kebutuhan serta kondisi masing-masing wilayah terdampak.
Di Kota Sibolga, Kementerian PU membangun Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dengan luas lahan sekitar 3.019 meter persegi. Fasilitas tersebut dirancang untuk menangani sampah hingga 55 ton per hari dengan rencana umur layanan selama tiga tahun. Pembangunan mencakup pembentukan zona landfill serta Instalasi Pengolahan Lindi (IPL).
Selain itu, optimalisasi Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Kota Sibolga juga dilakukan untuk mengembalikan fungsi fasilitas yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat bencana.
Sementara itu, di Kabupaten Tapanuli Selatan, Kementerian PU melakukan optimalisasi TPA Sipirok melalui pekerjaan pembersihan dan penataan area, pemadatan, bore pile, serta pemasangan lapisan geotekstil dan geomembran guna mendukung pengelolaan sampah sesuai standar teknis.
Untuk memperkuat pelayanan persampahan di kawasan Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap), Kementerian PU juga menyediakan bantuan bak arm roll bagi wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Utara, dan Kabupaten Tapanuli Selatan.
Melalui percepatan pembangunan dan optimalisasi infrastruktur sanitasi ini, Kementerian PU berkomitmen memulihkan layanan dasar masyarakat sekaligus mendorong pengelolaan sampah dan lumpur tinja yang lebih berkelanjutan.
Seluruh pekerjaan akan terus dipantau dan dikoordinasikan dengan pihak terkait guna memastikan proses pemulihan berjalan optimal, dengan tetap memperhatikan kualitas konstruksi dan ketentuan teknis yang berlaku.
#PU608 #SigapMembangunNegeriUntukRakyat #2TahunGerakNyata
Naskah warta ini disinkronisasi dari portal resmi Balai Pengembangan Kompetensi PU Wilayah VIII Makassar: /detailpost/pascabencana-sumut-kementerian-pu-percepat-pemulihan-sanitasi-di-empat-wilayah